PameranIndo Defence 2018 Expo & Forum yang bertaraf internasional bidang teknologi industri pertahanan digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) berlangsung dari tanggal 7-10 November 2018
Pengunjung mengamati World Press Photo of the Year tahun 2018 karya Ronaldo Schemidt, pewarta foto AFP, Venezuela pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderPengunjung melintas di depan karya foto Nikolai Linares pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderPengunjung mengamati World Press Photo of the Year tahun 2018 karya Ronaldo Schemidt, pewarta foto AFP, Venezuela di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderPengunjung mengamati foto cerita karya Fausto Podavini, pewarta foto asal Italy pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderSuasana pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderDwi Oblo, pewarto foto Indonesia memotret foto karya Ronaldo Schemidt, pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderSuasana pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. Wilander
Tabanan(bisnisbali.com)–Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan menggandeng kalangan industri kecil menengah (IKM) untuk mengikuti pameran pada ajang Apkasi Otonomi Expo 2022 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC).Pada kegiatan bergengsi yang berlangsung 20–22 Juli 2022 tersebut, IKM Tabanan
Kurang dari sepekan, penyelenggaraan ART JAKARTA 2018 sebagai salah satu pameran seni terbesar di Indonesia akan segera dimulai. Bertempat di grand ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, ART JAKARTA 2018 akan berlangsung pada tanggal 2 hingga 5 Agustus 2018. Melihat dari kilas balik pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, ART JAKARTA tidak hanya tampil sebagai ajang pamer karya seni dari galeri-galeri bertaraf internasional, melainkan juga wadah ekspresi para seniman lokal terhadap segala isu yang kontemporer persembahan KitaPolengPada ART JAKARTA 2017 silam, ada beberapa instalasi unik yang menarik perhatian pengunjung. Beberapa instalasi yang terpajang di area foyer ballroom menampilkan ragam karya seniman. Karya lukisan seri Shio karya Ronald Apriyan menjadi daya tarik tersendiri berkat gaya lukisannya yang dibuat dengan efek tiga dimensi. Selain itu, instalasi karya Eko Nugroho dan standing installation karya seniman muda Naufal Abshar tak luput dari pengamatan para pengunjung ART JAKARTA 2017. Karya lukis seri Shio oleh Ronald ApriyanKarya grafis interaktif oleh Eko NugrohoStanding installation karya Naufal Abshar bertajuk High and DreamArea pop up restaurant di sisi luar ballroom senantiasa menyajikan pengalaman seni yang berbeda dimana seni kuliner dan seni ruang berpadu menjadi satu. Pada pameran ART JAKARTA 2017 silam, Domisilium Studio yang digawangi duo desainer Hamphrey Tedja dan Santy Alaysius didaulat untuk mendesain tampilan Pop Up Resto. Gaya eklektik dan pop yang menjadi sentuhan khas Domisilium Studio yang bekerja sama dengan seniman Sinta Tantra dan rangkaian kursi Pantone koleksi LaFlo. ArtTalk bersama CASA Indonesia dari kiri kanan Putra Tjokroadisoerjo, Managing Editor CASA Indonesia, Desainer Eko Priharseno, seniman Sanchia Hamidjaja, dan seniman Naufal AbsharPop Up Resto ART JAKARTA 2017 karya Domisilium Studio dengan presentasi seni kuliner oleh chef Yann Bernard LejardTidak hanya beragam instalasi seni dan juga seni ruang, pada pameran ART JAKARTA 2017 yang juga diadakan di grand ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place turut menghadirkan beberapa kegiatan lain. Salah satunya adalah ArtTalk dengan tema Memilih Karya Seni Untuk Interior yang dibawakan oleh CASA Indonesia dan juga lelang sneakers serta lemari es persembahan Modena yang telah direspon oleh seniman papan atas Indonesia yang hasilnya disumbangkan untuk kegiatan Adidas seri Stan Smith yang direspon oleh seniman untuk kegiatan lelangBagaimana dengan penyelenggaraan ART JAKARTA 2018 kali ini? Simak informasinya melalui website ART JAKARTA dan follow Instagram ART JAKARTA untuk mendapatkan berita lengkap seputar pameran ART JAKARTA 2018!ART JAKARTA 2018
Pameranlukisan anak autis di MRT Bundaran HI didukung Sandi Ditulis 25 Jun 2022 | 07:31:11 Jakarta (IndiTOURIST) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengharapkan pameran lukisan yang menampilkan karya seni 20 anak berkebutuhan khusus di Stasiun MRT (Moda Raya Terpadu) Bundaran HI, Jakarta, dapat membangkitkan semangat mereka
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kali ini, mari kita cermati dunia marketing atau pemasaran, khususnya pameran produk mebel dan tentang pameran mebel dan kerajinan, saya harus sedikit mengernyitkan dahi untuk sekedar mengingat 16 tahun yang lalu, dunia yang saya geluti dan saya mencoba untuk mencermati sejak tahun 2002 hingga sekarang. Sekedar merunut event pameran mebel dan kerajinan saat itu; ada pameran PPE Pameran Produk Ekspor di Kemayoran Jakarta, yang sekarang menjadi Pameran TEI Trade Expo Indonesia, Pameran Furnicraft Jakarta, Pameran INACRAFT Jakarta, Smesco Jakarta, PPED Pameran Produk Ekspor Daerah di Yogyakarta, IFFINA International Furniture & Craft Fair Indonesia di Jakarta, IFEX Jakarta, JIFFINA Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia, dan beberapa pameran lain yang men-design produk, hunting barang, bikin katalog, pricing, packing barang, loading barang, display barang, adalah kegiatan yang melekat dengan event pameran mebel dan kerajinan, dan telah menjadi habit. Memang mengikuti pameran bukanlah hal yang sederhana. Tak hanya memajang barang di booth, lalu menjualnya. Karena mengikuti pameran membutuhkan kejelian melihat peluang, teliti dalam pricing, cermat dalam memilih design, keren dalam men-display produk, dan tentu lihai dalam menjual dan bernegosiasi dengan pembeli buyer. Dari pameran-pameran inilah saya mencoba mencermati, lalu mengambil pelajaran, dan tentu kemudian berbagi dengan teman-teman. Foto Dalam waktu tak lama lagi, pada tanggal 25 s/d 29 Oktober 2018 yang akan datang, akan digelar sebuah pameran mebel dan kerajinan, SAExpo 2018, namanya. Pameran yang diselenggarakan oleh Forum Jiffina Jawa Bali ini akan dihelat di Gedung JEC Jogja Expo Center, gedung andalan Jogja untuk pameran yang berkelas internasional. Dengan slogan "stock sale", timing pelaksanaan, promosi dan daya tariknya, serta beberapa faktor lain, sepertinya menarik untuk kita cermati lebih dalam. Di sini saya mengajak teman-teman untuk ngobrolin pameran SAExpo ini. Lebih tepatnya dari perspektif pelaku pameran, bisa sebagai peserta maupun penyelenggara, karena saya bukan seorang ekonom yang lihai berteori, atau pakar marketing yang selalu bersemangat dalam orasinya. Yang saya punya hanya 'kalkulator untuk menghitung penjualan beras', ibaratnya begitu. Hehe... Meski begitu, sebagai orang yang suka belajar apa saja, saya tetap mencoba memperkaya referensi, dari manapun. Dengan harapan, semoga dapat memberi manfaat untuk kita 'petarung' bisnis mebel dan kerajinan, apalagi mempunyai orientasi ekspor, strategi dalam pameran tak bisa diabaikan. Karena dalam pameran perlu perencanaan yang matang. Maka mencermati sebuah pameran, lalu mempersiapkan secara baik untuk mengikutinya, tentu menjadi keharusan. Untuk itulah, judul di atas saya sebut "Mengapa harus ikut pameran SAExpo 2018?". Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah "Ada apa dengan Pameran SAExpo 2018?, Mengapa kita harus ikut pameran ini? Mari kita cermati Pameran SAExpo ini dari berbagai hal1. Harga Booth StandPertama kali yang menjadi bahan kalkulasi dalam setiap tawaran pameran biasanya adalah harga booth stand. Booth dalam Pameran SAExpo 2018 dibanderol Rp. selama 5 hari, tanpa partisi open space. Jika menggunakan booth minimal 3m x 3m, hanya berharga total 1 boothRp. selama 5 hari. Sedangkan Pameran Jiffina 2018 saja kemarin harga booth-nya sampai Rp. Berarti 1 booth ukuran 3m x 3m dengan harga Rp. Dibandingkan dengan pameran di Jogja saja lebih murah, apalagi dengan harga stand pameran di Jakarta. Ya, kan? 2. Tanggal PelaksanaanPameran SAExpo 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 25-29 Oktober 2018. Berselisih hari dengan pelaksanaan pameran Trade Expo Indonesia TEI yang diselenggarakan pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di Jakarta. Ini cukup strategis. Mengapa? Karena dengan pelaksanaan berselisih hari dengan pameran TEI yang telah menyedot ribuan pengunjung, Pameran SAExpo, meskipun diselenggarakan di Jogja akan bisa menggaet limpahan pengunjung dari Pameran TEI ini, terutama buyer asing. Oleh karena itu dibutuhkan promosi Pameran SAExpo ini secara khusus di Pameran TEI. Agar para pengunjung di Pameran TEI juga akan mengunjungi Pameran SAExpo di diragukan lagi bahwa Pameran TEI Trade Expo Indonesia sebagai pameran terbesar di Indonesia, karena telah terselenggara untuk yang ke-33. Di samping itu, pameran ini didukung penuh oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI, BPEN Badan Pengembangan Ekspor Nasional, dan beberapa kementerian lain. Sehingga promosi pameran ini pun dilakukan secara besar-besaran pula. Hampir di seluruh negara yang ada ITPC-nya International Trade Promotion Center mempromosikan Pameran TEI Daya Tarik dan Promosi PameranBerbeda dengan Pameran JIFFINA, Pameran SAExpo 2018 lebih berorientasi pada segmentasi pasar lokal, meskipun tetap berharap adanya pengunjung atau buyer asing dari limpahan pengunjung pameran TEI Trade Expo Indonesia Jakarta. Maka strategi pemasarannya pun sedikit berbeda. Pameran SAExpo menekankan pada promosi lokal dalam negeri, seperti media outdoor, media cetak, media online termasuk media sosial. Di samping itu untuk menambah daya tarik pengunjung, Pameran ini menggunakan Slogan "Stock Sale". Dengan slogan "Stock Sale", Pameran SAExpo saya kira menjadi magnet yang cukup dahsyat untuk konsumen kita. Karena "stock sale" menggambarkan produk yang murah, sisa stock produk ekspor yang notabene berkualitas baik. Dan memang dalam Pameran SAEXpo akan menampilkan booth khusus dengan harga "stock sale" atau Venue Lokasi PameranLokasi Pameran SAExpo ada di Jogja Expo Center JEC, tempat kebanggaan warga Jogja untuk menghelat acara MICE Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition. Di samping tempatnya luas, tempat parkir juga luas. Seperti kita ketahui, bahwa tempat parkir pun akan menjadi pertimbangan para calon pengunjung event. Apalagi sekarang Jogja sering mengalami kemacetan di dalam kota. Mengunjungi pameran di tengah kota dengan kondisi macet dan lahan parkir sempit merupakan kendala tersendiri bagi calon pengunjung. Kadang calon pengunjung mengurungkan niatnya untuk mengunjungi pameran, hanya gara-gara masalah parkir sempit. Maka menggelar pameran di pinggiran kota yang tersedia area parkir yang memadai menjadi alternatif yang sangat baik. 5. PenyelenggaraPameran SAExpo 2018 diselenggarakan oleh Forum Jiffina Jawa-Bali yang telah sukses menggelar pameran JIFFINA sampai dengan yang ke-3 2016-2018. Work team-nya pun telah puluhan tahun melakukan aktifitas pameran. Sehingga tak pantas untuk diragukan dalam hal penyelenggaraan pameran. Terlepas dari 5 alasan di atas, seperti yang sering saya gambarkan, bahwa seorang entrepreneur itu seperti seorang pendekar. Para pendekar ulung tidak akan memukul lawan, jika tidak ada sasaran dan timing/moment yang tepat. Jika ada target dan timing yang tepat di depan mata, barulah seorang pendekar akan memukul dengan kekuatan tenaga yang maha dahsyat. Tapi jika tak ada sasaran dan moment yang tepat, pukulan hanya menyebabkan sakit di badan. Nah, Pameran SAExpo 2018 inilah sasaran yang tepat. Maka 'pukul'lah dengan kekuatan yang paling dahsyat yang kita miliki. Persiapkan materi pameran dengan baik mulai sekarang, mumpung masih ada waktu, dan kita akan 'pukul' target kita besok Oktober 2018 di Pameran SAExpo. Tentu jangan lupa berdo'a... ***Salam kreatif!Referensi1. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
STUDIKASUS: PAMERAN IFEX 2018 . Maitri Widya Mutiara 1), Agustinus Purna Irawan 2) Eddy Supriyatna Marizar 3) di Jakarta. Adapun target res ponden minim al 50 . pengunjung (buyers) dari
Sekumpulan karya Alexander Thian di booth ISA Art AdvisoryTahun 2018 menandai sepuluh tahun kehadiran Art Jakarta dalam industri seni rupa Indonesia. Beragam galeri baik domestik maupun internasional turut ikut serta dalam menampilkan karya-karya seni rupa terpilih. Berlangsung dari 2 hingga 5 Agustus 2018 di grand ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place, Art Jakarta 2018 menyambut kedatangan para penggiat seni khusus untuk merayakan sepuluh tahun kehadiran Art Jakarta dengan menghadirkan 10 for 10 yang menampilkan sepuluh instalasi oleh sepuluh seniman terkemuka di secara resmi dibuka pada 2 Agustus 2018 dengan sambutan oleh Maulana Indraguna Sutowo selaku Chief Executive Officer MRA, Paramita Soedarjo sebagai Head of Committee Art Jakarta 2018, serta Triawan Munaf selaku Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia BEKRAF.Josua Simanjuntak, Triawan Munaf, Soetikno Soedarjo, Paramitha Soedarjo, dan Maulana Indraguna SutowoHal apa saja yang patut disimak dari perhelatan seni rupa terbesar Art Jakarta 2018 tahun ini? Berikut berita hadir bersama booth bertajuk Art Unlimited yang menghadirkan beragam karya seni kontemporer oleh insan kreatif muda Indonesia. Sotheby’s menghadirkan dua puluh bespoke piece oleh desainer Rinaldy A. Yunardi yang identik dengan ornamen indah serta ikonis. Seniman Auguste Soesastro turut menghadirkan karya lukisan bertajuk Return to Me dalam sesi special programme Art Jakarta 2018. Galeri asal Singapura, Gajah Gallery menampilkan serangkaian karya menarik para seniman Indonesia seperti Yunizar, Ashley Bickerton, Erizal As, dan masih banyak Scooter Nocturne oleh Ashley BickertonKarya seniman asal Kolumbia, Fernando Botero, dipamerkan secara eksklusif oleh Galeria El Museo di Art Jakarta 2018, seperti Horse with Bridle dan Maternity 2016.Viro menghadirkan pop up restaurant bertajuk The Green House by Maggie Jones. Menggunakan material eco faux andalannya, Viro bekerjasama dengan Kezia Karin Studio dan Larch Studio dalam menghadirkan restoran nan eksotis selama pameran Art Jakarta 2018 terakhir Art Jakarta 2018 ditutup dengan dilelangnya sejumlah karya berupa karpet yang bekerjasama dengan Mohoi dan Yayasan Mitra Museum Jakarta YMMJ. Selain itu, Modena juga ikut serta dalam pelelangan ini dengan koleksi Masterpiece Retrofridge guna untuk Yayasan DoctorSHARE. Demikian juga dengan Yayasan Jantung Indonesia berkolaborasi dengan Zen Tableware dalam penjualan porcelain dining set edisi khusus guna pengumpulan dana sejumlah karya seni yang didukung oleh Mohoi untuk Yayasan Mitra Museum Jakarta YMMJYayasan Jantung Indonesia bekerjasama dengan Zen Tableware dalam penggalangan dana kemanusiaanModena dengan koleksi Masterpiece Retrofridge untuk lelang di Art Jakarta 2018Simak terus beragam artikel inspirasi desain dan travelling lainnya di akun instagram dan website CASA dok. MRA Media.
WaliKota Bogor Bima Arya (kanan) mengamati foto yang dipajang pada Pameran Foto Bogor Dalam Bingkai 2018 di ruang publik underpass Baranangsiang, Kota Bogor, J. Ada 2.105 Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Barat, Dua Kecamatan Ini Paling Banyak. 29-07-2022, 14:09 WIB. 04. Total Kecelakaan Odong-odong 34 Orang.
JAKARTA, - Erasmus Huis Jakarta bekerja sama dengan Bentara Budaya Jakarta BBJ menyelenggarakan Pameran Fotografi bertajuk “World Press Photo†yang menampilkan karya dari para fotografer seluruh dunia yang terpilih sebagai nomine kompetisi The 2018 World Press Photo Contest. Pembukaan pameran dilakukan pada Rabu 5/9/2018 malam ini, dan akan digelar mulai Kamis 6/9/2018 hingga Rabu 26/9/2018 di Bentara Budaya hari, pameran akan dibuka mulai pukul WIB hingga yang membahas peran penting foto jurnalistik juga akan digelar pada Rabu 12/9/2018 pukul ada 42 foto dari 22 negara yang akan dipamerkan dalam pameran tersebut, di mana 15 di antaranya telah memenangkan World Press Photo pada tahun-tahun Press Photo merupakan kompetisi fotografi jurnalistik yang bergengsi. Tahun ini terdapat fotografer yang mengirimkan karyanya, dan jumlah gambar yang diterima panitia mencapai dari 125 negara. Sebanyak 42 foto yang akan dipamerkan nanti telah diseleksi oleh juri yang terdiri dari pegiat jurnalisme foto profesional. Foto-foto itu merupakan foto pilihan dari delapan kategori yang dilombakan. Delapan kategori itu adalah Alam Nature, Lingkungan Environment, Manusia People, Olahraga Sports, Berita Umum General News, Isu Kontemporer Contemporary Issues, Proyek Jangka Panjang Long-Term Projects, Berita Aktual Spot News.Karya foto yang memenangkan kompetisi itu rencananya akan dipamerkan di 100 lokasi berbeda di 45 negara serta dipublikasikan dalam sebuah buku multi-bahasa. Kompetisi World Press Photo diselenggarakan oleh The World Press Photo Foundation yang memiliki misi menghubungkan dunia melalui serangkaian cerita yang terkandung dalam karya fotografi. Kompetisi tersebut bertujuan untuk meluaskan karya fotografi bagi audiens internasional yang menautkan para fotografer professional dengan khalayak umum lewat foto jurnalistik dan tuturan kisahan storytelling yang terpercaya. ARDITO RAMADHAN
JAKARTA Sudah tak sabar untuk melihat bagaimana keindahan hasil karya seni Yayoi Kusama?Tenang saja, mulai Sabtu (12/5/2018), pameran seni ini sudah dibuka untuk umum. “Kami buka untuk umum mulai 12 Mei 2018. Ini juga pertama kalinya project Yayoi di Indonesia setelah sebelumnya ada di Singapura,” ujar Direktur Museum MACAN, Aaron
- Ikatan Penerbit Indonesia IKAPI, didukung oleh Badan Kreatif Indonesia Bekraf, kembali menggelar Indonesia International Book Fair IIBF 2018 di Jakarta Convention Center JCC, mulai tanggal 12 sampai 16 September 2018. Pameran buku bertaraf internasional ini diikuti oleh puluhan penerbit dari 17 tema “Creative Work Towards the Culture of Literacy,” IIBF 2018 diharapkan dapat menjadi market hub perbukuan internasional untuk para penerbit yang ingin melebarkan sayap bisnis dengan menyasar pangsa pasar global. “Saat ini, di tingkat global, banyak yang ingin tahu Indonesia dan sangat antusias hadir di sini. Apalagi setelah Indonesia menjadi Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015,” kata Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia IKAPI Rosidayati Rozalina, berdasarkan rilis yang diterima Tirto, Senin 10/9/2018.Tantangannya, lanjut Ida, adalah bagaimana pemerintah dapat memfasilitasi program-program yang dapat meningkatkan industri perbukuan di tingkat global, antara lain melalui penyelenggaraan pameran tingkat dunia seperti IIBF adanya potensi besar di industri ini, Bekraf sejak dua tahun terakhir hadir memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan IIBF. Wakil Ketua Bekraf, Ricky Joseph Pesik, mengungkapkan keterlibatan Bekraf sejalan dengan tugas lembaga ini dalam memfasilitasi dan mendukung para pelaku untuk mengakselerasi pertumbuhan. “Kita semua maklum bahwa penerbitan adalah salah satu bagian dari industri kreatif,” ungkap lanjut, Ricky menekankan peran IKAPI dalam membangun platform-platform yang dapat dimanfaatkan oleh industri dan pembuat konten agar menjadi pemenang di pasar global, antara lain dengan memberikan ruang seperti IIBF, sehingga mereka dapat melakukan ekspansi dan menjangkau pasar luar negeri.“Pameran IIBF sudah dirintis sejak lama oleh IKAPI. Ini akan dikembangkan menjadi platform yg lebih besar agar reputasinya semakin baik di dunia, sehingga Indonesia diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan penerbitan. Diharapkan Indonesia semakin hari semakin dilihat dunia sebagai sumber literatur,” tutur yakin industri perbukuan dapat mendongkrak nilai ekonomi industri-industri kreatif lainnya. “Buku terbukti punya dampak yang paling besar untuk industri kreatif lain seperti film, musik dan pariwisata. Apalagi data BPS terbaru menyebutkan perbukuan merupakan subsektor kreatif yang lumayan besar,” yang berpartisipasi dalam pameran ini adalah Indonesia, Arab Saudi, Australia, Inggris, Cina, Maroko, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Turki, Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand, Tunisia. Kedutaan besar dan penerbit dari luar negeri akan menempati areal Plennary Hall, sedangkan penerbit dan peserta pameran lain akan menempati Cendrawasih Room dan areal luar di depan Plennary tahun ke-37 penyelenggaraannya, IKAPI menargetkan sedikitnya 120 ribu pengunjung datang ke pameran yang dibuka gratis untuk umum ini. Lebih dari 100 acara dengan tema literasi, pendidikan dan kebudayaan siap memeriahkan perhelatan IIBF 2018, mulai dari lomba untuk sekolah, wisata literasi untuk para pelajar, seminar, talkshow, peluncuran buku, Indonesia Right Fair, Bursa Naskah, dan temu yang digelar bergantian selama pameran itu diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung. Selain itu, setiap pengunjung yang datang ke pameran bisa membeli buku dengan harga supermurah dengan diskon mulai dari 50 sampai 80 persen di Zona Kalap. Mereka juga berkesempatan memenangkan paket Grand Prizes Haji Kerajaan Arab Saudi yang diundi setiap hari oleh Kedutaan Besar Arab juga Mereka Mencintai Buku, Mereka Menjadi Booktuber Presiden Gratiskan Pengiriman Buku untuk Pegiat Literasi - Sosial Budaya Penulis Yantina DeboraEditor Yantina Debora
Pengunjungmelihat pameran KAPAS di ASHTA District 8 di Jakarta. Memiliki misi yang sejalan, DBS Foundation memberikan dana hibah kepada SukkhaCitta pada tahun 2018 yang digunakan untuk memberikan pelatihan kepada lebih banyak pengrajin lokal, serta meningkatkan kapasitas produksi. Bank DBS Indonesia dalam salah satu pilar sustainability yang dimiliki,
JAKARTA - Pameran seni Koleksi Istana Kepresidenan menjadi pameran di Galeri Nasional Indonesia yang paling ramai dikunjungi para pecinta seni pada yang diselenggarakan pada 3-31 Agustus 2018 ini dikunjungi lebih dari orang atau sekitar dua kali lipat dari pameran Manifesto yang menempati urutan Galeri Nasional Indonesia GNI Pustanto mengatakan bahwa pameran seni Koleksi Istana Kepresidenan yang mulai diselenggarakan pada 2016 ini berdampak sangat signifikan dalam menarik pecinta seni berkunjung ke GNI. "Pada 2015 jumlah pengunjung GNI adalah sekitar orang. Kemudian pada 2016 melonjak hingga 100% yakni sekitar orang. Sebagian besar orang datang untuk melihat pameran Koleksi Istana Kepresidenan," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis 13/12/2018.Namun, pada 2019 pameran Koleksi Istana akan absen diselenggarakan dan digantikan dengan pameran Koleksi Nasional. Dia berharap pameran ini juga menarik masyarakat untuk berkunjung ke GNI. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
DesainStand Terbaru. Beberapa desain booth/stand standar kayu untuk pameran/eksibisi/event terbaru: D’promotion Batam menyediakan Jasa pembuatan stand standar kayu di Batam dan sekitarnya serta partisi untuk keperluan pameran, eksibisi, event dan workshop dengan harga bersaing dan kualitas terjamin sesuai dengan kebutuhan usaha anda.
Art Jakarta 2017 Foto Instagram artjakartaHadir sejak 2009, Art Jakarta selalu menjadi pameran seni paling dinanti oleh para penikmat karya seni di Indonesia. Tahun ini, tepat satu dekade Art Jakarta hadir menjadi perantara antara pelaku, penikmat, dan kolektor perayaan yang ke-10 ini, Art Jakarta akan menyuguhkan hal-hal baru dan istimewa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mulai dari pameran seni, creative art performance, creative art talk, workshop seni, dan Jakarta 2018 akan berlangsung mulai Kamis, 2 Agustus - Minggu, 5 Agustus 2018 mendatang yang akan dihelat di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Pusat.“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai setidaknya, salah satu tujuan seni yang dibanggakan, karena punya art fair seperti kota-kota lainnya di dunia,” papar Ria Lirungan, Deputy Head of Committee Art Jakarta saat ditemui kumparanSTYLE di The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta Pusat, Kamis 12/7.Press Conference Art Jakarta 2018 Foto Gina Yustika Dimara/kumparanBukan sekadar pameran seni, Art Jakarta juga menjadi wadah untuk mengedukasi para pengunjung sehingga seni rupa dapat terasa lebih dekat dan bisa dijangkau. Ini juga menjadi ajang untuk mempertemukan para pelaku seni, pemilik galeri seni, dan pecinta seni dalam sebuah pameran seni kelas dunia.“Dengan perkembangan teknologi, sekarang semakin banyak orang yang mengapresiasi karya seni dan tidak susah lagi untuk mendatangkan mereka,” tambah dari Art Jakarta ini adalah hadirnya sebuah tema bertajuk ’10 for 10’, yaitu pameran 10 instalasi seni dengan konsep museum show yang dihadirkan oleh 10 seniman terkemuka Indonesia. Mulai dari Kemal Ezedine, Yani Mariani, Agus Suwage, Syagini Ratnawulan, Bagus Pandega, Hahan, Chinati Juhansyah, Eddie Sutanto, Heri Dono, dan Jakarta 2017 Foto Fanny Kusumawardhani/kumparan“Angka 10 ini menandakan 10 tahun hadirnya Art Jakarta. Semuanya akan mengelaborasikan karya seni dengan thematic theme satu dekade Art Jakarta,” papar Rifky Effendy, Creative Director Art itu, akan hadir juga 10 seniman asal Jepang, sehingga penikmat seni dapat melihat bagaimana para seniman-seniman tersebut berkarya lewat 'Japan Art Now'.Tak kalah menarik, para pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan spesial dari Flying Baloons Puppet dari Yogyakarta, dan Pasar Purnama oleh Sasikirana asal Bandung. Charity event di Art Jakarta pun tak boleh dilewatkan melalui acara charity auction dari seniman-seniman Jakarta 2017 Foto Fanny Kusumawardhani/kumparanIni juga menjadi ajang BEKRAF untuk semakin memberikan exposure’ kepada seniman-seniman yang ada di daerah. Lewat programnya yang bertajuk Art Unlimited’, BEKRAF akan mengkurasi karya seni dengan bergerak ke daerah-daerah seperti Sumatra, Kalimantan, dan lainnya, untuk semakin menangkap kearifan lokal.“Kita harus bisa semangat, dalam setahun dua tahun, Indonesia harus menjadi destinasi seni terkuat di Asia. Jadi kita bukan hanya pewaris kebudayaan, tapi konstruksi terpenting dalam kesenian dunia ini,” tutup Irawan Karseno, Ketua Dewan Kesenian Art Jakarta 2018 dapat menikmati karya seni oleh lebih dari 300 seniman lokal maupun internasional dan 51 galeri seni dengan menyiapkan kocek sebesar Rp 50 ribu di Agustus mendatang. Kita nantikan saja, ya!
bO1XR. 1a2kxpvat1.pages.dev/4891a2kxpvat1.pages.dev/2031a2kxpvat1.pages.dev/571a2kxpvat1.pages.dev/381a2kxpvat1.pages.dev/2271a2kxpvat1.pages.dev/511a2kxpvat1.pages.dev/4031a2kxpvat1.pages.dev/219
pameran di jakarta 2018